Categories
News

Jokowi Angkat Menteri yang Berasal dari Kepolisian

JAKARTA — Pengangkatan Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Syafruddin menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB)menuai kritik sejumlah kalangan. Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane menyatakan pengangkatan ini menunjukkan Presiden Joko Widodo makin memanjakan Polri. “Jokowi memberi kesempatan seluas-luasnya kepada jenderal kepolisian untuk memegang posisi strategis di pemerintahan,” kata Neta di Jakarta, kemarin. Jika dibiarkan terusmenerus, Neta menyebutkan, masuknya para jenderal polisi ke pemerintahan akan berdampak pada profesionalisme polisi. Adanya pengangkatan perwira tinggi kepolisian pada posisi strategis, menurut dia, juga memberi kesan bahwa polisi berada di pihak pemerintahan Jokowi. “Padahal Polri seharusnya menjaga independensinya, termasuk terhadap pemerintah,” ujarnya.

Direktur Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas Feri Amsari pun mengatakan semestinya Jokowi memilih menteri dari kalangan profesional. Terlebih, menurut dia, Syafruddin tidak pernah bersinggungan dengan urusan administrasi negara. “Seharusnya, yang diangkat menjadi Menteri PAN-RB adalah orang yang benar-benar tahu urusan reformasi birokrasi,” tuturnya. Presiden Joko Widodo resmi melantik Syafruddin sebagai Menteri PAN-RB menggantikan Asman Abnur di Istana Kepresidenan di Jakarta, kemarin. Menurut Syafruddin, Presiden Jokowi tidak menjelaskan alasan penunjukannya. Tapi Syafruddin mengklaim ia mendapatkan jabatan menteri bukan karena titipan. “Selama perjalanan karier saya di Polri, saya tidak pernah dititipkan kepada siapa pun. Saya mendapatkan jabatan karena prestasi saya,” ucapnya. Syafruddin berjanji menyelesaikan target yang sudah direncanakan Menteri PAN-RB sebelumnya. Ia pun memastikan semua aparatur sipil negara netral selama pemilihan presiden 2019. “Kalau enggak, akan kami tindak seperti saya di Polri.

Semua anggota Polri harus netral. Kalau tidak, out!” katanya. Sebelum Jokowi memutuskan memilih Syafruddin, Asman sempat mengungkapkan harapannya agar penggantinya dari kalangan profesional. Meski begitu, ia meyakini Syafruddin bisa mengambil alih tugasnya dengan baik. Menurut Asman, kerja-kerja di Kementerian PAN-RB tidak asing dengan kerja di kepolisian. “Ada penilaian tentang tipe polda dan polres. Beliau (Syafruddin) terlibat,” katanya.

Categories
News

Bandung – Cilacap Akan Terhubung Tol

BANDUNG– Pemerintah akan memperpanjang proyek jalan tol CileunyiGarut-Tasikmalaya (Cigatas) hingga ke Cilacap, Jawa Tengah. Menurut penjabat Gubernur Jawa Barat, Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan, perpanjangan jalan tol dimulai di kawasan Gedebage, Bandung Timur. “Rencananya ke Majalaya, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, sampai Cilacap sepanjang 186 kilometer,” ujarnya di Bandung, kemarin. Iriawan mengatakan pintu masuk jalan tol itu tidak dimulai di Cileunyi seperti yang sudah ada saat ini. Gerbang tol Cigatas, menurut dia, digeser ke Gedebage dan tersambung dengan jalan tol CileunyiPadalarang di kilometer 149. “Jika dibuat di Cileunyi, nanti malah jadi macet. Di sana nanti ada jalan masuk interchange keluar lewat Majalaya,” katanya. Majalaya, yang terletak di Kabupaten Bandung, menjadi salah satu perlintasan lantaran kawasan itu merupakan pusat industri. Tahun ini, Iriawan menyebutkan, rencana studi kelayakan atau feasibility study (FS) jalan tol yang membelah wilayah selatan Jawa Barat selesai. “Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa groundbreaking,” ucapnya. Jalan tol Cigatas, yang akan diperpanjang sampai Cilacap, terkoneksi dengan proyek jalan tol CileunyiSumedang-Dawuan (Cisumdawu). Penghubung kedua ruas tol itu ada di Gedebage. Menurut Iriawan, jalur ini akan memudahkan lalu lintas barang dari kawasan selatan ke utara