Categories
News

Jalan Sunyi Gerilyawan Kurdi Bag12

Berjumlah lebih dari 22 juta, orang Kurdi selama ini terserak di Kurdistan, kawasan pegunungan yang mencakup sebagian wilayah Turki, Irak, Iran, Suriah, Armenia, dan Azerbaijan. Sepak terjang pasukan Kurdi terbukti membikin cemas Ankara dan Damaskus. Sejak kemenangan di Kobane, Suriah utara, pada Januari 2015, misalnya, YPG terus memperluas wilayahnya. Sebagian besar perluasan itu dari bekas daerah ”jajahan” ISIS. Namun gerilyawan Kurdi juga menguasai koridor Azaz dari tangan kelompok pemberontak Suriah. Mereka bahkan merebut Hasakah, ibu kota Provinsi Hasakah, dari tentara pro-Assad. Bersama SDF, aliansi pejuang Kurdi dan Arab, YPG tidak hanya mencengkeram wilayah berpenduduk etnis Kurdi, seperti Afrin, Kobane, dan Qamishli.

 

Categories
Parenting

Menjawab Tantangan Generasi Net Bag3

“Oleh sebab itu, Mama dan Papa harus memahami yang namanya pendekat an manajemen perilaku dan modifikasi perilaku,” jelasnya. Seperti apa pendekatan itu? Seorang ahli perilaku bernama Skinner meyakini perilaku anak dapat dikuatkan ke arah positif, ketika orangtua sebagai pelatih, dapat mengajak mereka menetapkan target perilaku dalam kurun waktu tertentu, dan konsisten dalam menjalankan peran monitor dan evaluasinya.

Baca juga : kerja di Jerman

Ahli lain bernama Bandura mengatakan, mengajak anak mendiskusikan manfaat dan risiko dari pemakaian gadget berlebihan, juga akan membuat mereka tidak sekadar mematuhi aturan lantaran terpaksa, namun menurunkan rasa frustrasi karena tahu alasan dan manfaat dari perilaku mengurangi pemakaian gadget. “Bandura sangat meyakini bahwa memilih ‘model’ yang tepat untuk ditiru oleh anak, akan sangat memengaruhi kecepatan mereka meng ubah perilakunya. Model dapat berasal dari orangtua, namun untuk usia tertentu (menginjak SD dan remaja), anak mulai melihat teman sebagai model yang paling kuat. Jadi orangtua harus pandai-pandai mencarikan model sebaya yang ideal bagi anak.”

Satu hal yang harus dicatat, ketika anak diminta mengurangi waktu pemakaian gadget, orangtua harus memikirkan apa aktivitas penggantinya. Papa Marey, misalnya, memilih terlibat langsung ke halhal yang anak sukai, sambil memperkenalkan buah hatinya pada kegiatan-kegiatan baru, “Misalnya ngajak mancing, liat serangga, main hujan, menggambar, dan lainnya. Kalau saya larang main gadget, kebanyakan gagalnya! Nah, kalau dengan cara yang tadi saya sebutkan, malah sering berhasil.” Della pun setuju dengan alternatif kegiatan untuk anak ini. “Jangan berharap anak akan mengubah perilaku ketika kita tidak memerhatikan kebutuh an mereka yang merasa ‘kesepian’ atau ‘menganggur’.

Masalah terbesar dalam memperbaiki perilaku anak adalah karena orangtua tidak senang melihat anak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gadget, tapi mereka sendiri tidak dapat menciptakan iklim dan suasana yang menarik bagi anak (mati gaya dan kalah rame dari gadget),” kata Della. Nah, bagaimanan dengan Mama Papa? Siap mengikuti kekinian agar dapat duduk berdiskusi dengan anak? Jangan lupa, samakan frekuensi komunikasi. Tak perlu memaksa anak untuk menyetujui cara kita meski cara itu kita anggap lebih baik karena sudah teruji. Ajak juga para Generasi Net untuk tidak hanya mencari informasi melalui gadget melainkan juga membuktikan dengan mengalami langsung. Pasti bisa. Selamat menghadapi Generasi Net!

Sumber : https://ausbildung.co.id/