Categories
News

Huawei Ascend Mate 7 – Octa Core Berbalut Aluminium

Huawei Ascend Mate 7 – Octa Core Berbalut Aluminium

Desain Modern dan kokoh, adalah kesan awal saat pertama melihat Ascend. Betapa tidak, layar lebar sampai ke pinggir terlihat elegan berpadu dengan warna putih. Di belakang, bahan casing aluminium membuatnya terkesan berkelas. Apalagi, desainnya juga cukup tipis. Sisi muka Ascend 7 ini didominasi layar 6 inci Full HD yang tajam dan cemerlang. Layar Huawei 7 ini terlihat sangat detil, tingkat warna hitam yang pekat, kontras tinggi, dan warna-warna yang cemerlang. Sensor cahaya di layar juga pintar, otomatis menyesuaikan diri terhadap sumber cahaya lingkungan. Respon layar sangat gesit terhadap sentuhan jari, dan tetap bisa aktif dengan sarung tangan.

Sumber : Download Game Ppsspp

Antarmuka Berbasis Android KitKat dan antarmuka Emotion UI 3.0, antarmukanya sederhana namun fungsional dan mudah dikustomisasi, tanpa laci aplikasi. Ada dua bagian notifi kasi. Salah satunya menahan semua notifi kasi dalam sebuah timeline berikut waktunya, dan satunya lagi kumpulan semua pintasan cepat. Notifi kasi pertama bisa ditarik dari sisi kiri atas, dan notifi kasi lainnya dari sisi kanan atas. Ada pula beberapa fi tur tambahan yang menarik seperti power manager, bar navigasi yang bisa diatur, mode jangan diganggu, Phone Manager dan mode pengoperasian satu tangan.

Keyboard virtual terbilang enak dipakai mengetik cepat, berkat ukuran karakter huruf yang besar dan tinggi, plus respon layar yang cepat. Keyboard juga terintegrasi dengan Swype yang berguna untuk goresan cepat. Fingerprint Huawei Ascend 7 dilengkapi Fingerprint alias pengunci ponsel dengan password sidik jari. Setelah fi ngerprint diaktifkan, dalam posisi layar mati, ponsel akan langsung menyala dan aktif pada posisi terakhir layar meredup. Sensornya ada di belakang, tepat di bawah kamera.

Sensor bekerja cepat memindai sidik jari yang sebelumnya sudah dikenalkan ke sistem security ponsel. Hebatnya, meskipun jari dalam keadaan basah sensor tetap mengenalinya. Cukup sekali menge-tap sensor di belakang, layar seketika aktif. Hebatnya lagi, kita juga bisa menjaga 16 aplikasi dengan fi ngerprint ini. Cara ini lebih baik dengan fi ngerprint lain seperti di Samsung dan iPhone yang agak merepotkan. Penguncian fi ngerprint juga dibackup dengan PIN password, sebagai alternatif keamanan.

Categories
News Rumah

Rumah Pintar yang Konek ke WA WEB ketika Keadaan Genting

Rumah Pintar yang Konek ke WA WEB ketika Keadaan Genting – B erbagai perangkat yang melengkapi rumah pintar makin ramai di CES 2015. Meski sayangnya, sebagian besar perangkat yang dikenalkan di gelaran acara pe rangkat elektronik untuk konsumer itu belum tiba di tanah air. Tapi setidaknya, kemeriahan ini menun- – jukkan bahwa rumah pintar yang kian merakyat akan segera mewujud bagi banyak orang. Sebab, konsep rumah pintar ini sudah sejak lama ada. Hanya saja, repotnya proses pemasangan dan harganya yang mahal membuat solusi otomasi rumah ini tidak populer. Sehingga tak heran jika hanya segelintir orang kaya atau penghobi teknologi saja yang mau mengadopsinya. Tapi kini, popularitas dan inovasi smart gadget membuat solusi ini makin terjangkau. ABI Reasearch mencatat, sebanyak 1,5 milyar sistem rumah otomatis dipasang di AS pada 2012. Angka ini diperkirakan akan meningkat tajam menjadi 8 miliar pada 2017. Semua pemain teknologi, mulai dari startup sampai perusahaan besar mencoba bermain di ranah ini. Ramalan Berg Insight bahkan lebih dahsyat, sistem otomasi rumah ini diperkirakan akan bernilai US$ 9,5 milyar tahun ini dan tumbuh menjadi US$44 miliar pada 2017.

Penelitian lain dilakukan oleh perusahaan jaringan, Juniper Network. Berdasarkan penelitian Juniper Reasearch, pasar smart home akan mencapai US$71 miliar pada 2018, meningkat dari US$33 miliar di 2013 dan US$25 miliar pada 2012. Ini berarti makin banyak pengguna yang tertarik dan membeli perangkat untuk membangun rumah cerdas. Tapi, semua penelitian itu baru berdasarkan data konsumen di Amerika Serikat saja. Bisa apa? Rumah dikatakan cerdas karena berbagai perabot yang ada didalamnya dapat bekerja mandiri. Mereka bisa merespons penghuni dan perangkat lain di dalam rumah, menciptakan suasana rumah yang lebih nyaman, aman, hemat energi, hemat waktu dalam perawatan, dan dapat juga dikendalikan dari jarak jauh. Kendali jarak jauh lewat perangkat bergerak dan aplikasi sebenarnya hanya sebagai pengganti remote control yang sudah kita gunakan bertahun-tahun. Mematikan lampu, pendingin (atau pemanas) ruangan, ventilasi, (HVAC – heating, ventilation and air conditioning), perabot rumah tangga yang menggunakan listrik, merupakan hal-hal yang kini dapat dikendalikan jarak jauh lewat smartphone agar lebih hemat energi dan hemat biaya listrik.

Begitu pula kemudahan pengawasan dan pengamanan rumah jarak jauh kini bisa dipantau lewat layar smart gadget. Misalnya dengan memasang CCTV, baik yang dilengkapi sensor gerak ataupun tidak, pengunci otomatis (pintu rumah, gerbang, dan garasi), sensor api, gas, dan asap. Sensor-sensor inilah yang menjadi kepanjangan tangan kita di rumah saat kita berada di tempat lain. Perabot rumah tangga juga dirancang lebih cerdas. Misalkan saja, mesin cuci memberi respons saat cucian telah selesai sementara kita tengah memasak. Kulkas memberitahu (atau bahkan memesankan) bahan makanan yang sudah habis. Mesin Saat world wide developer conference (wwdc) digelar Apple pada Juli 2014 lalu, Apple mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan Apple homeKit. ini adalah framework untuk ioS8 yang berperan sebagai hub yang mengendalikan dan mengatur komunikasi aksesoris pintar di rumah Anda. homeKit bisa mengenali aksesoris pintar, melakukan konfigurasi, menerapkan aturan dan kondisi terhadap perangkat itu. Anda juga bisa mengatur perangkat ini agar bisa melakukan koordinasi untuk satu perintah yang disampaikan lewat Siri.

Belakangan, Apple menjelaskan bahwa jika Anda ingin menggunakan Siri untuk memberi perintah saat berada di luar rumah, diperlukan penengah di dalam rumah. Tanpa menggunakan Siri, pengaturan bisa langsung dilakukan lewat aplikasi. Saat ini, Apple TV-lah yang bisa digunakan sebagai penengah itu. Namun, Apple menolak menyebut perangkat penengah ini sebagai hub. Sebab, menurutnya hub berbeda fungsi. hub adalah entry point semua perangkat cerdas yang ada di rumah melalui jaringan LAN. Sementara Apple TV hanya sebagai akses masuk ke jaringan rumah dan meneruskan perintah ke perangkat yang tepat. Namun, ketika Anda di dalam rumah, semua itu bisa dilakukan langusung lewat koneksi nirkabel perangkat ioS Anda tanpa mesti melalui Apple TV.

Semua perangkat ini harus didaftarkan oleh Apple id yang sama. peluncuran homeKit menunjukan langkah Apple untuk ikut bermain di ranah smart home yang kian memanas. pembuat kopi yang bisa langsung bekerja begitu kita bangun tidur, atau perangkat stereo dan home theater yang langsung memutarkan musik, film, atau siaran kesukaan begitu kita merebahkan diri di kursi. Pada tingkat otomasi yang lebih canggih, rumah otomatis mengatur semua kegiatan perangkat yang ada di dalam rumah sesuai dengan ketentuan yang sudah kita atur sebelumnya. Semisal, saat rumah mengecek kita pulang kantor dan sudah mendekat, ia otomatis menyalakan AC sehingga saat kita sampai ruangan sudah dingin. Membuka pintu gerbang secara otomatis ketika kita sudah didekat rumah, stereo set di rumah mengambil alih musik yang sedang kita mainkan di smartphone, serta lampu ruangan menyala otomatis.

Saat kita meninggalkan rumah, robot vacuum langsung bergerak membersihkan lantai, lampu dan pendingin ruangan otomatis mati, tanpa membuka aplikasinya satu persatu. Jika kita keluar kota, rumah tahu dan menyiapkan segalanya. Semisal menjadwal otomatis mati-hidup lampu rumah atau menjadwal pembersihan rumah. Tanaman dan binatang peliharaan yang ditinggal juga aman, sebab mereka dipelihara dengan pot cerdas dan hewan-hewan bisa diberi makan otomatis. Sensor api, asap, dan cctv bisa mendeteksi kejadian berbahaya dan langsung melaporkan ke tetangga kita atau ke pihak berwajib. Sistem rumah yang lebih canggih bahkan bisa memberitahu pemilik kapan waktu pakai barang-barang yang ada didalam rumah mulai habis. Caranya dengan merekam waktu pakainya lewat barcodes atau RFID. Wow! Selain untuk keluarga, rumah cerdas ini juga bisa berperan sebagai penjaga bagi para lansia dan penyandang disabilitas yang tinggal sendiri. Ketika mereka lupa mematikan air, rumah cerdas bisa membantu mengingatkan atau bahkan mematikan air dan oven secara otomatis. Rumah ini bahkan bisa membantu mengingatkan mereka waktu untuk meminum obat, menghubungi rumah sakit ketika mereka terjatuh, juga mengawasi pola makan mereka. CES 2015 Nah, sebagian kecanggihan rumah pintar yang kita bicarakan tadi sebenarnya sudah didepan mata. Kini sudah banyak vendor yang menawarkan rangkaian solusi rumah pintar dengan harga yang lebih terjangkau masyarakat. CES 2015 kemarin pun tak luput dari berbagai pameran perkakas untuk mencerdaskan rumah. Berikut rangkuman beberapa perangkat pintar yang dipamerkan di CES 2015. Sebagian besar perangkat ini sepertinya tidak akan beredar di toko lokal di Indonesia dalam waktu dekat.

Namun kemudahan membeli online tentu tak akan menghalangi penggila teknologi untuk memilikinya bukan? Perangkatperangkat yang disajikan berikut mungkin bisa menjadi pertimbangan awal ketika Anda ingin mulai menyicil mewujudkan sebuah smart home di rumah. Untuk memudahkan, CHIP membaginya dalam beberapa bagian. Pada infografis ditampilkan vendor-vendor yang fokus pada perangkat dengan fungsi tertentu. Misal, vendor yang konsentrasi menyediakan perangkat pengaturan energi semata, ada juga penyedia yang hanya menyediakan solusi untuk keamanan rumah Anda saja. Baik keamanan dari kunjungan orang yang tak diinginkan, kebakaran, bahkan kebocoran gas. Ada juga yang menyediakan seluruh rangkaian solusi yang dibutuhkan untuk mewujudkan rumah pintar, baik perangkat keamanan, pengaturan energi, hingga hub. Hub hadir sebagai koordinator bagi berbagai perangkat otomasi rumah berbeda agar bisa bekerjasama. Sebab, saat ini vendor-vendor yang meluncurkan rangkaian solusi untuk rumah cerdas, biasanya memiliki aplikasi dan protokol nirkabel mereka masing-masing. Philips Hue misalnya, ia menggunakan protokol ZigBee untuk komunikasi antarlampu dan perangkat pengontrolnya. Protokol lain yang umum digunakan adalah Z-Wave, Bluetooth Low Energy, dan Insteon (memadukan koneksi nirkabel dan kabel).

Adanya beragam standar ini tentu akan menimbulkan masalah kompatibilitas. Karena belum tentu perangkat yang sudah kita miliki atau yang ingin kita beli kompatibel dengan protokol perangkat yang sudah terpasang. Untuk itu muncul hub sebagai penghubung semua perangkat pintar ini di rumah. Kehadiran hub ini pula yang membuat otomasi rumah kian canggih. Seperti tirai yang terbuka otomatis saat kita bangun, pendingin ruangan mengeset pada temperatur favorit, pembuat kopi menyiapkan minuman, dan kompor menghangatkan makanan secara otomatis. Koordinasi dengan berbagai perangkat ini perlu satu pengatur yang bisa berbicara dengan berbagai perangkat berbeda dan mungkin beda protokol pula. Terakhir, CHIP hadirkan pula sederetan vendor yang menawarkan berbagai perangkat otomasi rumah yang mencakup ketiga fungsi tersebut. Beberapa malah menawarkan hub sendiri untuk perangkat-perangkat mereka yang bisa juga berkomunikasi dengan perangkat lain yang berbeda protokol.

Categories
News

Jokowi Angkat Menteri yang Berasal dari Kepolisian

JAKARTA — Pengangkatan Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Syafruddin menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB)menuai kritik sejumlah kalangan. Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane menyatakan pengangkatan ini menunjukkan Presiden Joko Widodo makin memanjakan Polri. “Jokowi memberi kesempatan seluas-luasnya kepada jenderal kepolisian untuk memegang posisi strategis di pemerintahan,” kata Neta di Jakarta, kemarin. Jika dibiarkan terusmenerus, Neta menyebutkan, masuknya para jenderal polisi ke pemerintahan akan berdampak pada profesionalisme polisi. Adanya pengangkatan perwira tinggi kepolisian pada posisi strategis, menurut dia, juga memberi kesan bahwa polisi berada di pihak pemerintahan Jokowi. “Padahal Polri seharusnya menjaga independensinya, termasuk terhadap pemerintah,” ujarnya.

Direktur Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas Feri Amsari pun mengatakan semestinya Jokowi memilih menteri dari kalangan profesional. Terlebih, menurut dia, Syafruddin tidak pernah bersinggungan dengan urusan administrasi negara. “Seharusnya, yang diangkat menjadi Menteri PAN-RB adalah orang yang benar-benar tahu urusan reformasi birokrasi,” tuturnya. Presiden Joko Widodo resmi melantik Syafruddin sebagai Menteri PAN-RB menggantikan Asman Abnur di Istana Kepresidenan di Jakarta, kemarin. Menurut Syafruddin, Presiden Jokowi tidak menjelaskan alasan penunjukannya. Tapi Syafruddin mengklaim ia mendapatkan jabatan menteri bukan karena titipan. “Selama perjalanan karier saya di Polri, saya tidak pernah dititipkan kepada siapa pun. Saya mendapatkan jabatan karena prestasi saya,” ucapnya. Syafruddin berjanji menyelesaikan target yang sudah direncanakan Menteri PAN-RB sebelumnya. Ia pun memastikan semua aparatur sipil negara netral selama pemilihan presiden 2019. “Kalau enggak, akan kami tindak seperti saya di Polri.

Semua anggota Polri harus netral. Kalau tidak, out!” katanya. Sebelum Jokowi memutuskan memilih Syafruddin, Asman sempat mengungkapkan harapannya agar penggantinya dari kalangan profesional. Meski begitu, ia meyakini Syafruddin bisa mengambil alih tugasnya dengan baik. Menurut Asman, kerja-kerja di Kementerian PAN-RB tidak asing dengan kerja di kepolisian. “Ada penilaian tentang tipe polda dan polres. Beliau (Syafruddin) terlibat,” katanya.

Categories
News

Bandung – Cilacap Akan Terhubung Tol

BANDUNG– Pemerintah akan memperpanjang proyek jalan tol CileunyiGarut-Tasikmalaya (Cigatas) hingga ke Cilacap, Jawa Tengah. Menurut penjabat Gubernur Jawa Barat, Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan, perpanjangan jalan tol dimulai di kawasan Gedebage, Bandung Timur. “Rencananya ke Majalaya, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, sampai Cilacap sepanjang 186 kilometer,” ujarnya di Bandung, kemarin. Iriawan mengatakan pintu masuk jalan tol itu tidak dimulai di Cileunyi seperti yang sudah ada saat ini. Gerbang tol Cigatas, menurut dia, digeser ke Gedebage dan tersambung dengan jalan tol CileunyiPadalarang di kilometer 149. “Jika dibuat di Cileunyi, nanti malah jadi macet. Di sana nanti ada jalan masuk interchange keluar lewat Majalaya,” katanya. Majalaya, yang terletak di Kabupaten Bandung, menjadi salah satu perlintasan lantaran kawasan itu merupakan pusat industri. Tahun ini, Iriawan menyebutkan, rencana studi kelayakan atau feasibility study (FS) jalan tol yang membelah wilayah selatan Jawa Barat selesai. “Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa groundbreaking,” ucapnya. Jalan tol Cigatas, yang akan diperpanjang sampai Cilacap, terkoneksi dengan proyek jalan tol CileunyiSumedang-Dawuan (Cisumdawu). Penghubung kedua ruas tol itu ada di Gedebage. Menurut Iriawan, jalur ini akan memudahkan lalu lintas barang dari kawasan selatan ke utara