Categories
Tekno

Tahap Pembuatan Website Pada Registrasi Github ala NET89

  1. Registrasi di Github

Tahap Pembuatan Website Pada Registrasi Github ala NET89 – Untuk dapat menggunakan layanan Github Pages, Anda harus registrasi terlebih dahulu di website Github. Buka URL https:// github.com/join dan Anda akan menemukan halaman registrasi Github. Isikan username, email dan password yang Anda inginkan. Perlu diperhatikan saat memilih username. Nantinya alamat website Anda di Github adalah username.github.io.

Misalnya username saya toniharyanto, maka URL website saya adalah toniharyanto.github.io. Terkecuali Anda sudah punya domain sendiri atau hendak menggunakan domain sendiri seperti misalnya toniharyanto.net dan tidak akan menggunakan URL bawaan github, maka username apa pun tidak akan jadi masalah. Pada step 2 registrasi, pilih plan Free yang ada di paling bawah tabel plan. Setelah itu klik tombol Finish sign up yang ada di paling bawah halaman.

  1. Buat Repository Website

Setelah Anda masuk ke halaman dashboard GIthub, Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang Github melalui panduan yang ditawarkan pertama kali di halaman dashboard. Untuk saat ini Anda bisa langsung membuat repository untuk website. Klik tombol + New Repository yang ada di sebelah kanan bawah halaman dashboard. Anda akan diarahkan ke halaman form repository. Kita dapat membuat repository dengan nama apa pun.

Tapi agar suatu repository dapat berfungsi sebagai Github Pages yang dapat ditampilkan sebagai website, nama repository mesti berformat username.github.io. Contohnya, karena username saya adalah toniharyanto, saya harus membuat repository dengan nama toniharyanto.github.io. Bagian dari form yang wajib diisi adalah nama repository. Sisanya tidak wajib. Untuk mode repository, kita hanya dapat memilih mode Public karena kita menggunakan akun dengan plan Free.

Public disini berarti repository kita dapat diakses dan dilihat oleh siapapun. Jika Anda tidak ingin kode website Anda bisa diakses oleh siapapun, maka Anda harus memilih mode Private yang berarti Anda juga harus mengupgrade akun github ke plan berbayar, sekitar $7 per bulan. Untuk skenario website hemat, kita akan menggunakan mode Public. Setelah form lengkap (lihat gambar kiri atas di halaman selanjutnya), klik tombol Create Repository di bagian bawah form. Selamat!

Sumber : net89.net

Categories
Tekno

Cerah Berkat Lampu 6000 ANSI Lumens

ViewSonic Pro8600 hadir dengan ba lutan warna hitam dan mengguna– kan material yang solid. Kedua sisi menggunakan desain bersirip untuk sirkulasi udara ketika proyektor beroperasi. Terdapat kipas pada sisi kanan untuk menyerap udara dan membuangnya pada sisi kiri proyektor. Pada bagian belakang terdapat berbagai macam interface seperti MiniUSB, USB, HDMI, LAN, D-Sub, S-Video, dan Component. Konektivitas yang diberikan oleh proyektor dengan bobot 3.8 kg ini terbilang lengkap.

ViewSonic Pro8600 menggunakan lampu berukuran 6000 ANSI Lumens dengan rasio kontras hingga 15000:1. Resolusi yang dihasilkan adalah XGA dengan 1024 x 768 piksel. CHIP melakukan pengujian pada ruangan yang cukup terang dan gambar yang dihasilkan oleh ViewSonic Pro8600 masih dapat terlihat dengan jelas. Selain itu teknologi DLP dan BrilliantColor membuat gambar yang dihasilkan memiliki warna yang natural dan tajam.

ViewSonic Pro8600 memiliki speaker internal berukuran 20W yang menghasilkan suara yang keras dan powerful. Selain itu terdapat pula switch untuk microphone dan audio sehingga keperluan presentasi menjadi semakin mudah. Feature lainnya yang terdapat pada ViewSonic Pro8600 adalah eco-mode. Pada eco-mode, konsumsi daya, panas yang dihasilkan, dan suara kipas dapat ditekan dan dikurangi dengan hanya mengurangi tingkat kecerahan lampu sebesar 20% pada proyektor.

Pada saat uji coba, ViewSonic Pro8600 butuh waktu sekitar 30 detik dari keadaan mati sampai proyektor siap digunakan. Feature auto source dan auto vertical keystone mempermudah dan mempercepat instalasi proyektor. Feature tersebut membuat Anda dapat melakukan presentasi tanpa harus menyambungkan proyektor dengan PC ataupun notebook. Sayangnya pada saat proyektor beroperasi, suara kipas yang dihasilkan terdengar bising sehingga tidak cocok jika ditempatkan ditengah kerumunan orang.

Categories
Tekno

Super Kencang dengan Konektivitas AC1900

Untuk Anda yang ingin menikmati ke cepatan maksimal dari standar ko– nektivitas 802.11ac pada dekstop PC, ASUS PCE-AC68 ini dapat menjadi salah satu alternatif pilihan. Pasalnya, dengan interface PCI Express dan standar AC1900, perangkat ini mampu mentransmisikan data dengan sangat kencang. Untuk kecepatan dan jangkauan yang maksimal, pada paket penjualannya terdapat external antenna base. External antenna base ini dapat digunakan untuk meletakkan tiga buah antena yang juga disertakan pada paket penjualannya.

Dengan menggunakan external antenna base, Anda dapat meletakkan antena sesuai dengan keinginan. Bahkan, Anda dapat meletakannya di samping casing desktop PC. Agar dapat menempel pada casing desktop PC, sisi bawah external antenna base dilengkapi dengan magnet. Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir dengan komponen-komponen yang berada di dalam casing tersebut. Pasalnya, medan magnet yang dimilikinya tergolong rendah. Untuk mengusir panas yang dihasilkan pada saat transmisi data berlangsung, ASUS PCE-AC68 dibalut dengan heatsink berwarna merah.

Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir pada saat perangkat ini digunakan secara non-stop. Bagi Anda yang ingin menggunakannya pada desktop PC dengan form factor Mini-ITX, pada paket penjualannya juga tersedia low profile bracket. Software utility dapat digunakan untuk melakukan berbagai macam konfigurasi, termasuk Turbo QAM dan interference mitigation. Tidak hanya itu, software utility ini juga dapat menampilkan status ASUS PCEAC68 secara realtime.

Seperti kecepatan, IP Address, dan access point yang sedang terkoneksi. Anda dapat menonaktifkan maupun mengkatifkan radio dengan sekali klik. Untuk menguji kecepatannya, CHIP menggunakan router ASUS RTAC68U dengan memindahkan file sebesar 1 GB. Hasilnya, waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan file tersebut hanya 17 detik.

Categories
Tekno

Headset Gaming untuk Berbagai Platform

Umumnya, headset gaming hanya di rancang untuk satu platform saja, – seperti PC ataupun console. Namun tidak untuk ASUS Strix Pro. Headset gaming ini memiliki tingkat kompatibilitas yang cukup tinggi terhadap berbagai macam perangkat. Tidak hanya untuk dekstop PC, headset ini juga kompatibel dengan Mac, PlayStation 4, bahkan smartphone maupun tablet yang berbasis Android.

Untuk mendukung kompatibilitas tersebut, pada paket penjualannya, ASUS Strix Pro menyertakan beberapa kabel. Di antaranya adalah dua buah mobile adapter (Tipe A dan Tipe B) dan Control Box. Umumnya, mobile adapter yang digunakan adalah tipe A (CTIA/AHJ). Pasalnya, tipe ini yang digunakan pada PlayStation 4 dan berbagai macam smartphone maupun tablet. Jika tidak beroperasi dengan normal dengan mobile adapter tipe A, Anda dapat menggunakan mobile adapter tipe B (OMTP).

Tipe B tersebut digunakan pada smartphone yang cukup lawas. Jika tidak cocok juga, Anda dapat langsung menggunakan headset ini dengan control box. Tidak hanya dapat digunakan untuk mengatur volume, di dalam control box ini juga disisipi oleh teknologi Environmental Noise Cancellation (ENC). Sesuai dengan namanya, teknologi ini memungkinkan headset untuk menangkal noise yang berasal dari luar pada saat Anda bermain game.

ENC sendiri mampu menangkal noise hingga 90%. Untuk mendukung teknologi tersebut, pada sisi depan control box terpasang sebuah mic yang berfungsi untuk mendeteksi noise dari luar. Selain bobotnya yang cukup ringan, material ear cup yang digunakannya tidak membuat telinga terasa panas meski digunakan dalam waktu yang cukup lama.

Desain headband yang fleksibel juga membuat Anda tidak perlu menarik-narik tangkai headset. Untuk kualitas suara, berbekal dua buah driver berdiameter 60 mm dengan material Neodymium magnet, headset ini mampu menampilkan berbagai macam detail suara yang ada pada game.