Categories
Uncategorized

Karya Venzha seolah-olah menghasilkan temuan

Ucok lebih menarik. Cara kerja alat itu pun lebih mudah dipahami. Karya Venzha seolah-olah menghasilkan temuan yang spektakuler dan canggih. Karya Venzha juga terasa tanpa basis kontekstual yang aktual. Venzha tidak berusaha menghubungkan idenya mengenai UFO dengan, misalnya, kontroversi crop circle yang pernah terjadi di Yogya.

Kita masih ingat pada Sabtu, 22 Januari 2011, di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, ditemukan lingkaran-lingkaran aneh di sawah. Banyak yang mengatakan itu sebenarnya karya instalasi mahasiswa seni rupa ISI. Namun banyak juga yang ragu karena lingkaran-lingkaran itu muncul demikian cepat. Jumat belum ada, Sabtu sudah ada. Tak mungkin itu sebuah karya instalasi.

Cara merebahkan batang-batang padi itu juga sangat aneh. Peneliti Universitas Diponegoro, Semarang, Muhammad Nur, yang melakukan penelitian lapangan sejak hari kedua setelah penemuan, tepatnya 22 Januari 2011, menunjukkan memang padi tak ada yang patah. ”Ada bagian bengkok di atas tapi tak patah,” katanya kepada Tempo. ”Yang bengkok itu gosong, menandakan ada pemanasan elektromagnetik.”

Hasil penelitian yang telah diuji di laboratorium ITB menunjukkan bagian tanaman padi yang rebah terjadi kenaikan kadar nitrogen hingga empat kali lipat atau 400 persen dibanding yang tidak rebah. Selain itu, kandungan nikel di batang padi 3 persen. Tapi buru-buru Muhammad Nur tak menyimpulkan itu hasil kerja alien.

Ia menilai terbentuknya crop circle tersebut disebabkan oleh angin yang membawa ion, yang secara alami menghasilkan bentuk simetris. Muhammad menyebutkan proses alami yang ia sebutkan itu tak beda jauh dengan proses terbentuknya aurora, yang memancarkan cahaya menyala-nyala di lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antarmedan magnet.

Di situlah, menurut Ucok, karya Venzha membingungkan. Secara visual, kita melihat karya ini jauh dari yang diharapkan kurator Art Jog, Bambang ”Toko” Witjaksono, yang menginginkan mercusuar itu bagai dari desain-desain bangunan Nikola Tesla, pakar listrik dan fisika dari Serbia yang pernah merancang secara futuristik sebuah desain menara transmisi energi listrik yang bisa memancar sepanjang Atlantik.

Secara ilmiah, karya Venzha juga kurang menyajikan data pelengkap yang bisa membangkitkan imajinasi hadirin. ”Kalau Venzha lebih condong ke hal ilmiah, berarti perlu informasi yang benar bagaimana menangkap UFO. Kalau itu seni, secara visual ya harus menarik,” kata Ucok.

Website : kota-bunga.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *