Categories
Parenting

Memuji Si Kecil Dengan Bijak Bag3

Insan menuturkan, jika pujian diberikan terlalu sering dan berlebihan, anak akan terbiasa mendapat sanjungan atau reward dengan cara yang mudah. “Anak cenderung ingin selalu menang, sehingga tak tahu bagaimana rasanya kalah atau lebih buruk daripada orang lain,” kata Insan. Bagian otak yang mengatur emosi anak akhirnya tidak terlatih untuk merasakan ketidaknyamanan.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Anak akan merasa superior dari teman-temannya. Begitu ada temannya yang lebih pintar, hebat atau jago daripada anak, ia tidak bisa menerimanya dengan baik. Bahkan, hal ini dapat menurunkan kepercayaan diri anak saat tidak ada orang yang memerhatikan atau memuji dirinya. Kadang jika anak merasa hasilnya tak cukup bagus, ia malah berkata, “Aku nggak bisa gambar, Pa, gambarku jelek!” Hal ini menunjukkan terlalu banyak pujian juga bisa membuatnya kurang yakin pada dirinya sendiri. Tanpa disadari, anak jadi cenderung menahan diri dan merasa terbebani untuk selalu tampil bagus, sehingga ia ragu pada kemampuannya sendiri.

Kalau sudah begini, anak jadi takut mencoba hal baru. Ia takut gagal, takut tidak dipuji lagi. Pun saat ia gagal, ia akan sulit menerimanya dan merasa terbebani. “Dipuji akhirnya menjadi indikator anak agar percaya diri,” kata Insan. Jika dipuji pintar atau baik, anak yakin pada dirinya atau tindakan yang ia lakukan. Menurut Insan, tidak hanya narsistik saja yang akan terbentuk jika perilaku memuji emosional ini terus diberikan, tetapi juga kepribadian histrionik, yakni perilaku mencari perhatian untuk mendapatkan pujian.

Pujian Yang Tulus

Bagaimana jika kita menghadapi masalah seperti yang dicemaskan oleh Rasti? Insan menuturkan, kita tidak usah khawatir karena masih banyak waktu untuk berdiskusi dengan anak mengenai konsep dirinya saat ini. Misalnya, ketika si kecil berkata, “Ma, aku pintar, kan bisa buang sampah sendiri?” jawablah dengan, “Terima kasih ya, Kak.” Kita meng apresiasi usahanya, bukan memuji seberapa bagus hasilnya. Sebab jika kita terus-terusan memuji segala tindakan yang dilakukan anak, ia akan terus-menerus berusaha melakukan suatu hal demi membuat kita terkesan. Kepribadian seseorang sendiri akan terus berevolusi sampai anak dewasa nanti. Jangan khawatir, hal ini masih bisa kita perbaiki secara perlahan.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *