Categories
Rumah

Tips Bangunan yang Asri dan Back to Nature

Tips Bangunan yang Asri dan Back to Nature – Secondary Skin menutupi hampir seluruh fasad bagian atas paviliun. Secondary skin atau dinding pelapis ganda itu berbentuk rangkaian kisi-kisi horizontal bematerial kayu bengkirai. Bangunan atas itu seolah melayang, karena bagian bawahnya hanya berdinding kaca transparan. Bangunannya sendiri didominasi bentuk garis geometris, berdiri di atas lahan 600 m² dengan luas bangunan 400 m². Bangunan ini berdiri di tengah taman rumput berhias perdu dan pohon kamboja di bagian pinggirnya Sebagai paviliun, ruang-ruang di dalam bangunan ini berfungsi menarik beban aktivitas yang tidak tertampung di bangunan utama. Misalnya, menerima tamu dalam jumlah cukup besar dan beragam aktivitas bersama yang memerlukan ruang cukup lapang. Itu sebabnya paviliun ini hanya diisi 3 ruang: ruang makan dan ruang keluarga di lantai bawah, serta ruang untuk menyimpan benda seni di lantai atas. Namun ruang lantai atas itu kini berfungsi juga sebagai tempat yoga dan senam.

Mengapa bangunan atas ini harus dilingkupi dengan secondary skin? “Awalnya ruang atas itu untuk art room. Supaya suhu ruangannya terjaga, dinding atas itu saya desain menggunakan tembok batu. Tapi dengan material batu, menurut pemilik rumah bangunannya menjadi sangat masif dan berbeda dengan bangunan sekitar. Akhirnya saya ubah dengan kaca dan tambahan secondary skin untuk menjaga suhu dalam ruang,” jelas Stanley Wangsa, sang arsitek. Risikonya, lanjut Stanley, suhu ruangannya tidak terlalu ideal untuk menyimpan benda-benda seni. “Benda seni yang diletakkan di sini harus benda seni untuk outdoor. Atau, jika lukisan, tidak bisa disimpan di sana terlalu lama, harus diganti secara berkala. Kemudian fungsi ruang itu ditambah menjadi tempat untuk yoga, senam, dan aktivitas lainnya,” tambah arsitek lulusan Unversitas Parahiyangan, Bandung, yang meraih gelar master di Amerika Serikat ini.

MENgApA HAruS BENgkIrAI?

• Kayu bengkirai sebagai kayu eksterior lebih ekonomis dibandingkan kayu eksterior jenis lain, misalnya merbau dan ulin. Harga bengkirai lebih murah sekitar 50 % dari kedua jenis kayu itu.

• Kayu bengkirai tidak perlu dioven. Karena ditempatkan di area eksterior maka proses pengeringan kayu itu bisa dilakukan oleh alam.

• Kayu bengkirai ini juga tidak perlu di-finishing. Tanpa finishing, lama kelamaan warna kayu memang akan berubah menjadi abu kehitaman. Tetapi justru perubahan warna kayu yang tercipta secara alami itu akan memberi keragaman tone pada kisi-kisi, dan membuatnya terlihat lebih menarik

SIStEM pEMASANgAN

Agar lebih mudah dalam pembuatan, pemasangan dan penggantian, maka secondary skin dari kayu bengkirai ini dibuat menggunakan sistem modul. Berikut penjelasannya.

• Satu batang kayu bengkirai tersedia dengan ukuran panjang sekitar 4 m, lebar 10 cm, ketebalan 2 cm. Dengan ukuran sepanjang itu, kayu punya kecenderungan untuk melengkung. Menyiasatinya, maka panjang dari 1 batang kayu dibagi menjadi 4 sehingga setiap potong kayu memiliki panjang sekitar 90 cm (lebar dan ketebalannya tidak diubah). Karena dipotong pendekpendek, kondisi kayu yang melengkung menjadi tak terlalu kelihatan.

• Kayu-kayu bengkirai itu kemudian disusun horizontal dalam modul berbentuk frame plat besi berukuran panjang 90 cm, tinggi 50 cm, dan lebar 10 cm. Modul-modul ini selanjutnya dirangkaikan ke dalam frame induk secondary skin.

BIAyA

Berapa biayanya? Harga permodul kayu dan rangkanya adalah Rp 750.000. Sementara jumlah modul yang dipakai berkisar 200 – 300 modul. Sehingga secondary skin di paviliun ini menghabiskan biaya antara Rp 150 juta – Rp 225 juta.

tIpS pErAwAtAN

Tidak perlu perawatan khusus untuk kisi-kisi ini. Jika berdebu, cukup disemprot dengan air untuk menghilangkan debunya. Jika kayunya rusak, tak perlu melakukan perbaikan besar-besaran. Lepas saja modul yang rusak, ganti kayunya dan pasang lagi dalam modul, lalu tempatkan kembali ke frame induknya. Jangan lupa biar maksimal pastikan rumah anda terdapat genset sebagai sumber listrik cadangan di rumah. Olehkarenanya pastika anda membeli genset di supplier jual genset jakarta yang berkualitas dan bergaransi

Categories
News

Jokowi Angkat Menteri yang Berasal dari Kepolisian

JAKARTA — Pengangkatan Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Syafruddin menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB)menuai kritik sejumlah kalangan. Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane menyatakan pengangkatan ini menunjukkan Presiden Joko Widodo makin memanjakan Polri. “Jokowi memberi kesempatan seluas-luasnya kepada jenderal kepolisian untuk memegang posisi strategis di pemerintahan,” kata Neta di Jakarta, kemarin. Jika dibiarkan terusmenerus, Neta menyebutkan, masuknya para jenderal polisi ke pemerintahan akan berdampak pada profesionalisme polisi. Adanya pengangkatan perwira tinggi kepolisian pada posisi strategis, menurut dia, juga memberi kesan bahwa polisi berada di pihak pemerintahan Jokowi. “Padahal Polri seharusnya menjaga independensinya, termasuk terhadap pemerintah,” ujarnya.

Direktur Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas Feri Amsari pun mengatakan semestinya Jokowi memilih menteri dari kalangan profesional. Terlebih, menurut dia, Syafruddin tidak pernah bersinggungan dengan urusan administrasi negara. “Seharusnya, yang diangkat menjadi Menteri PAN-RB adalah orang yang benar-benar tahu urusan reformasi birokrasi,” tuturnya. Presiden Joko Widodo resmi melantik Syafruddin sebagai Menteri PAN-RB menggantikan Asman Abnur di Istana Kepresidenan di Jakarta, kemarin. Menurut Syafruddin, Presiden Jokowi tidak menjelaskan alasan penunjukannya. Tapi Syafruddin mengklaim ia mendapatkan jabatan menteri bukan karena titipan. “Selama perjalanan karier saya di Polri, saya tidak pernah dititipkan kepada siapa pun. Saya mendapatkan jabatan karena prestasi saya,” ucapnya. Syafruddin berjanji menyelesaikan target yang sudah direncanakan Menteri PAN-RB sebelumnya. Ia pun memastikan semua aparatur sipil negara netral selama pemilihan presiden 2019. “Kalau enggak, akan kami tindak seperti saya di Polri.

Semua anggota Polri harus netral. Kalau tidak, out!” katanya. Sebelum Jokowi memutuskan memilih Syafruddin, Asman sempat mengungkapkan harapannya agar penggantinya dari kalangan profesional. Meski begitu, ia meyakini Syafruddin bisa mengambil alih tugasnya dengan baik. Menurut Asman, kerja-kerja di Kementerian PAN-RB tidak asing dengan kerja di kepolisian. “Ada penilaian tentang tipe polda dan polres. Beliau (Syafruddin) terlibat,” katanya.

Categories
News

Bandung – Cilacap Akan Terhubung Tol

BANDUNG– Pemerintah akan memperpanjang proyek jalan tol CileunyiGarut-Tasikmalaya (Cigatas) hingga ke Cilacap, Jawa Tengah. Menurut penjabat Gubernur Jawa Barat, Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan, perpanjangan jalan tol dimulai di kawasan Gedebage, Bandung Timur. “Rencananya ke Majalaya, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, sampai Cilacap sepanjang 186 kilometer,” ujarnya di Bandung, kemarin. Iriawan mengatakan pintu masuk jalan tol itu tidak dimulai di Cileunyi seperti yang sudah ada saat ini. Gerbang tol Cigatas, menurut dia, digeser ke Gedebage dan tersambung dengan jalan tol CileunyiPadalarang di kilometer 149. “Jika dibuat di Cileunyi, nanti malah jadi macet. Di sana nanti ada jalan masuk interchange keluar lewat Majalaya,” katanya. Majalaya, yang terletak di Kabupaten Bandung, menjadi salah satu perlintasan lantaran kawasan itu merupakan pusat industri. Tahun ini, Iriawan menyebutkan, rencana studi kelayakan atau feasibility study (FS) jalan tol yang membelah wilayah selatan Jawa Barat selesai. “Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa groundbreaking,” ucapnya. Jalan tol Cigatas, yang akan diperpanjang sampai Cilacap, terkoneksi dengan proyek jalan tol CileunyiSumedang-Dawuan (Cisumdawu). Penghubung kedua ruas tol itu ada di Gedebage. Menurut Iriawan, jalur ini akan memudahkan lalu lintas barang dari kawasan selatan ke utara