Categories
News Rumah

Rumah Pintar yang Konek ke WA WEB ketika Keadaan Genting

Rumah Pintar yang Konek ke WA WEB ketika Keadaan Genting – B erbagai perangkat yang melengkapi rumah pintar makin ramai di CES 2015. Meski sayangnya, sebagian besar perangkat yang dikenalkan di gelaran acara pe rangkat elektronik untuk konsumer itu belum tiba di tanah air. Tapi setidaknya, kemeriahan ini menun- – jukkan bahwa rumah pintar yang kian merakyat akan segera mewujud bagi banyak orang. Sebab, konsep rumah pintar ini sudah sejak lama ada. Hanya saja, repotnya proses pemasangan dan harganya yang mahal membuat solusi otomasi rumah ini tidak populer. Sehingga tak heran jika hanya segelintir orang kaya atau penghobi teknologi saja yang mau mengadopsinya. Tapi kini, popularitas dan inovasi smart gadget membuat solusi ini makin terjangkau. ABI Reasearch mencatat, sebanyak 1,5 milyar sistem rumah otomatis dipasang di AS pada 2012. Angka ini diperkirakan akan meningkat tajam menjadi 8 miliar pada 2017. Semua pemain teknologi, mulai dari startup sampai perusahaan besar mencoba bermain di ranah ini. Ramalan Berg Insight bahkan lebih dahsyat, sistem otomasi rumah ini diperkirakan akan bernilai US$ 9,5 milyar tahun ini dan tumbuh menjadi US$44 miliar pada 2017.

Penelitian lain dilakukan oleh perusahaan jaringan, Juniper Network. Berdasarkan penelitian Juniper Reasearch, pasar smart home akan mencapai US$71 miliar pada 2018, meningkat dari US$33 miliar di 2013 dan US$25 miliar pada 2012. Ini berarti makin banyak pengguna yang tertarik dan membeli perangkat untuk membangun rumah cerdas. Tapi, semua penelitian itu baru berdasarkan data konsumen di Amerika Serikat saja. Bisa apa? Rumah dikatakan cerdas karena berbagai perabot yang ada didalamnya dapat bekerja mandiri. Mereka bisa merespons penghuni dan perangkat lain di dalam rumah, menciptakan suasana rumah yang lebih nyaman, aman, hemat energi, hemat waktu dalam perawatan, dan dapat juga dikendalikan dari jarak jauh. Kendali jarak jauh lewat perangkat bergerak dan aplikasi sebenarnya hanya sebagai pengganti remote control yang sudah kita gunakan bertahun-tahun. Mematikan lampu, pendingin (atau pemanas) ruangan, ventilasi, (HVAC – heating, ventilation and air conditioning), perabot rumah tangga yang menggunakan listrik, merupakan hal-hal yang kini dapat dikendalikan jarak jauh lewat smartphone agar lebih hemat energi dan hemat biaya listrik.

Begitu pula kemudahan pengawasan dan pengamanan rumah jarak jauh kini bisa dipantau lewat layar smart gadget. Misalnya dengan memasang CCTV, baik yang dilengkapi sensor gerak ataupun tidak, pengunci otomatis (pintu rumah, gerbang, dan garasi), sensor api, gas, dan asap. Sensor-sensor inilah yang menjadi kepanjangan tangan kita di rumah saat kita berada di tempat lain. Perabot rumah tangga juga dirancang lebih cerdas. Misalkan saja, mesin cuci memberi respons saat cucian telah selesai sementara kita tengah memasak. Kulkas memberitahu (atau bahkan memesankan) bahan makanan yang sudah habis. Mesin Saat world wide developer conference (wwdc) digelar Apple pada Juli 2014 lalu, Apple mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan Apple homeKit. ini adalah framework untuk ioS8 yang berperan sebagai hub yang mengendalikan dan mengatur komunikasi aksesoris pintar di rumah Anda. homeKit bisa mengenali aksesoris pintar, melakukan konfigurasi, menerapkan aturan dan kondisi terhadap perangkat itu. Anda juga bisa mengatur perangkat ini agar bisa melakukan koordinasi untuk satu perintah yang disampaikan lewat Siri.

Belakangan, Apple menjelaskan bahwa jika Anda ingin menggunakan Siri untuk memberi perintah saat berada di luar rumah, diperlukan penengah di dalam rumah. Tanpa menggunakan Siri, pengaturan bisa langsung dilakukan lewat aplikasi. Saat ini, Apple TV-lah yang bisa digunakan sebagai penengah itu. Namun, Apple menolak menyebut perangkat penengah ini sebagai hub. Sebab, menurutnya hub berbeda fungsi. hub adalah entry point semua perangkat cerdas yang ada di rumah melalui jaringan LAN. Sementara Apple TV hanya sebagai akses masuk ke jaringan rumah dan meneruskan perintah ke perangkat yang tepat. Namun, ketika Anda di dalam rumah, semua itu bisa dilakukan langusung lewat koneksi nirkabel perangkat ioS Anda tanpa mesti melalui Apple TV.

Semua perangkat ini harus didaftarkan oleh Apple id yang sama. peluncuran homeKit menunjukan langkah Apple untuk ikut bermain di ranah smart home yang kian memanas. pembuat kopi yang bisa langsung bekerja begitu kita bangun tidur, atau perangkat stereo dan home theater yang langsung memutarkan musik, film, atau siaran kesukaan begitu kita merebahkan diri di kursi. Pada tingkat otomasi yang lebih canggih, rumah otomatis mengatur semua kegiatan perangkat yang ada di dalam rumah sesuai dengan ketentuan yang sudah kita atur sebelumnya. Semisal, saat rumah mengecek kita pulang kantor dan sudah mendekat, ia otomatis menyalakan AC sehingga saat kita sampai ruangan sudah dingin. Membuka pintu gerbang secara otomatis ketika kita sudah didekat rumah, stereo set di rumah mengambil alih musik yang sedang kita mainkan di smartphone, serta lampu ruangan menyala otomatis.

Saat kita meninggalkan rumah, robot vacuum langsung bergerak membersihkan lantai, lampu dan pendingin ruangan otomatis mati, tanpa membuka aplikasinya satu persatu. Jika kita keluar kota, rumah tahu dan menyiapkan segalanya. Semisal menjadwal otomatis mati-hidup lampu rumah atau menjadwal pembersihan rumah. Tanaman dan binatang peliharaan yang ditinggal juga aman, sebab mereka dipelihara dengan pot cerdas dan hewan-hewan bisa diberi makan otomatis. Sensor api, asap, dan cctv bisa mendeteksi kejadian berbahaya dan langsung melaporkan ke tetangga kita atau ke pihak berwajib. Sistem rumah yang lebih canggih bahkan bisa memberitahu pemilik kapan waktu pakai barang-barang yang ada didalam rumah mulai habis. Caranya dengan merekam waktu pakainya lewat barcodes atau RFID. Wow! Selain untuk keluarga, rumah cerdas ini juga bisa berperan sebagai penjaga bagi para lansia dan penyandang disabilitas yang tinggal sendiri. Ketika mereka lupa mematikan air, rumah cerdas bisa membantu mengingatkan atau bahkan mematikan air dan oven secara otomatis. Rumah ini bahkan bisa membantu mengingatkan mereka waktu untuk meminum obat, menghubungi rumah sakit ketika mereka terjatuh, juga mengawasi pola makan mereka. CES 2015 Nah, sebagian kecanggihan rumah pintar yang kita bicarakan tadi sebenarnya sudah didepan mata. Kini sudah banyak vendor yang menawarkan rangkaian solusi rumah pintar dengan harga yang lebih terjangkau masyarakat. CES 2015 kemarin pun tak luput dari berbagai pameran perkakas untuk mencerdaskan rumah. Berikut rangkuman beberapa perangkat pintar yang dipamerkan di CES 2015. Sebagian besar perangkat ini sepertinya tidak akan beredar di toko lokal di Indonesia dalam waktu dekat.

Namun kemudahan membeli online tentu tak akan menghalangi penggila teknologi untuk memilikinya bukan? Perangkatperangkat yang disajikan berikut mungkin bisa menjadi pertimbangan awal ketika Anda ingin mulai menyicil mewujudkan sebuah smart home di rumah. Untuk memudahkan, CHIP membaginya dalam beberapa bagian. Pada infografis ditampilkan vendor-vendor yang fokus pada perangkat dengan fungsi tertentu. Misal, vendor yang konsentrasi menyediakan perangkat pengaturan energi semata, ada juga penyedia yang hanya menyediakan solusi untuk keamanan rumah Anda saja. Baik keamanan dari kunjungan orang yang tak diinginkan, kebakaran, bahkan kebocoran gas. Ada juga yang menyediakan seluruh rangkaian solusi yang dibutuhkan untuk mewujudkan rumah pintar, baik perangkat keamanan, pengaturan energi, hingga hub. Hub hadir sebagai koordinator bagi berbagai perangkat otomasi rumah berbeda agar bisa bekerjasama. Sebab, saat ini vendor-vendor yang meluncurkan rangkaian solusi untuk rumah cerdas, biasanya memiliki aplikasi dan protokol nirkabel mereka masing-masing. Philips Hue misalnya, ia menggunakan protokol ZigBee untuk komunikasi antarlampu dan perangkat pengontrolnya. Protokol lain yang umum digunakan adalah Z-Wave, Bluetooth Low Energy, dan Insteon (memadukan koneksi nirkabel dan kabel).

Adanya beragam standar ini tentu akan menimbulkan masalah kompatibilitas. Karena belum tentu perangkat yang sudah kita miliki atau yang ingin kita beli kompatibel dengan protokol perangkat yang sudah terpasang. Untuk itu muncul hub sebagai penghubung semua perangkat pintar ini di rumah. Kehadiran hub ini pula yang membuat otomasi rumah kian canggih. Seperti tirai yang terbuka otomatis saat kita bangun, pendingin ruangan mengeset pada temperatur favorit, pembuat kopi menyiapkan minuman, dan kompor menghangatkan makanan secara otomatis. Koordinasi dengan berbagai perangkat ini perlu satu pengatur yang bisa berbicara dengan berbagai perangkat berbeda dan mungkin beda protokol pula. Terakhir, CHIP hadirkan pula sederetan vendor yang menawarkan berbagai perangkat otomasi rumah yang mencakup ketiga fungsi tersebut. Beberapa malah menawarkan hub sendiri untuk perangkat-perangkat mereka yang bisa juga berkomunikasi dengan perangkat lain yang berbeda protokol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *